Cerpen : Arti Sebuah Penantian
Hujan malam ini deras sekali. Titik-titik airnya seolah saling berkejaran menjadi yang pertama menyentuh kulit bumi. Bintang-bintang saja seolah takut hadir di langit yang gelap malam ini. Apalagi sang ratu malam itu dia sama sekali tak berani tampak. Mungkin takut dengan derasnya hujan yang tanpa pelangi itu. Aku terpaku di sisi jendela kayu ini. Masih di sini dan masih dengan satu penantian
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
No comments:
Post a Comment